Ritual Penyatuan Tujuh Sumber Warnai Agenda Bupati Ngantor Desa di Kampung Durian Pakis

Prosesi ini dipimpin langsung oleh Bupati Jember, bersama tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Air dari tujuh sumber yang berasal dari tujuh desa di Kecamatan Panti disatukan dalam satu wadah, melambangkan bahwa meski berasal dari tempat yang berbeda, semuanya bermuara pada tujuan yang sama: kehidupan, kesejahteraan, dan kelestarian alam. Ritual ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa air adalah warisan bersama yang harus dijaga lintas generasi.

Dalam suasana khidmat yang menyatu dengan alam, prosesi ini mencerminkan nilai budaya lokal yang kuat, sekaligus pesan ekologis yang relevan dengan tantangan masa kini. Kehadiran Bupati Jember menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga sumber daya alam, menghormati kearifan lokal, dan memperkuat solidaritas antar desa.

Air adalah sumber kehidupan. Tanpanya, tidak ada peradaban yang bisa bertahan.

David Attenborough (Naturalist & Dokumenteris Lingkungan)

Penyatuan tujuh sumber ini menjadi simbol bahwa persatuan masyarakat dan keharmonisan dengan alam adalah fondasi utama pembangunan yang berkelanjutan. Dari Panti, Jember, mengalir harapan agar air tetap menjadi sumber kehidupan, bukan konflik, dan agar kebersamaan terus terjaga seperti aliran yang tak pernah putus.

PANTI, JEMBER —
Pada Minggu, 27 Oktober 2025, Pemerintah Kabupaten Jember bersama Komunitas Rumah Tunjung Indonesia menggelar agenda Bupati Ngantor Desa yang dirangkaikan dengan ritual budaya Penyatuan Tujuh Sumber Air, bertempat di Desa Pakis, Kampung Durian, Kecamatan Panti.

Kegiatan ini menjadi momentum penting yang memadukan pemerintahan, budaya, dan kesadaran lingkungan, khususnya dalam upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air di wilayah Kecamatan Panti. Ritual penyatuan tujuh sumber air tersebut melibatkan perwakilan dari tujuh desa di Kecamatan Panti, yang masing-masing membawa air dari sumber mata air di wilayahnya. Air-air tersebut kemudian disatukan dalam satu wadah sebagai simbol persatuan, keselarasan, dan komitmen bersama untuk menjaga alam, terutama air sebagai sumber kehidupan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *