JEMBER — 30 September 2026. Kehadiran sistem kelistrikan berbasis tenaga surya di Rest Area Teras Argopuro, Desa Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, membuka fungsi baru bagi kawasan tersebut: tidak hanya sebagai tempat singgah, tetapi juga sebagai ruang belajar masyarakat tentang energi alternatif dan pemanfaatan teknologi terbarukan.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Jember (Polije) memasang sistem kelistrikan tenaga surya di kawasan tersebut. Teknologi ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan listrik di Teras Argopuro sekaligus menjadi media pembelajaran yang memperlihatkan secara langsung bagaimana energi terbarukan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dampak kegiatan tidak berhenti pada pemasangan perangkat. Kehadiran teknologi tersebut menjadi pintu masuk untuk membangun pemahaman masyarakat mengenai pilihan sumber energi sekaligus memperkuat kesadaran bahwa pengembangan kawasan lereng Argopuro perlu mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian dari Jurusan Teknik, Program Studi Teknologi Energi Terbarukan Politeknik Negeri Jember.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Polije, Ahmad Fahriannur, S.T., M.T., mengatakan bahwa penerapan teknologi di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari peran perguruan tinggi.
“Kami ingin teknologi energi terbarukan tidak berhenti sebagai pengetahuan akademik, tetapi dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Teras Argopuro menjadi ruang yang tepat untuk memperkenalkan pemanfaatan energi surya sekaligus membangun pemahaman tentang pentingnya energi alternatif,” ujar Ahmad.
Menurutnya, penerapan teknologi secara langsung membuat masyarakat memiliki kesempatan untuk mengenal cara kerja dan manfaat energi terbarukan secara lebih dekat.

Teknologi untuk Edukasi dan Lingkungan
Teras Argopuro berada di kawasan lereng Argopuro yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Panti. Air, tanah, vegetasi, dan aktivitas masyarakat merupakan bagian dari ekosistem yang saling berhubungan.
Dalam konteks tersebut, energi menjadi bagian dari percakapan yang lebih luas mengenai bagaimana teknologi dapat digunakan tanpa mengabaikan kondisi lingkungan. Pengenalan tenaga surya di Teras Argopuro diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa pemenuhan kebutuhan energi dan kepedulian terhadap lingkungan dapat dikembangkan secara bersamaan.
Kegiatan ini juga didampingi Irham Fidaruzziar, selaku PIC penghubung kerja sama Politeknik Negeri Jember dengan pihak Desa Panti sekaligus Founder Rumah Tunjung Indonesia.
Irham menilai Teras Argopuro memiliki potensi untuk berkembang sebagai titik edukasi masyarakat yang mempertemukan teknologi, pendidikan, dan kepedulian lingkungan.
“Teras Argopuro jangan hanya dilihat sebagai rest area. Kawasan ini bisa menjadi ruang perjumpaan antara masyarakat, teknologi, pendidikan, dan lingkungan. Ketika tenaga surya hadir di sini, masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa energi alternatif dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Irham.
Ia menambahkan bahwa menjaga kawasan lereng Argopuro membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik kawasan.
“Argopuro bukan sekadar lanskap. Di dalamnya ada air, tanah, vegetasi, dan kehidupan masyarakat yang saling terhubung. Karena itu, penjagaannya membutuhkan pengetahuan, teknologi, pendidikan, dan partisipasi masyarakat,” lanjutnya.
Membuka Kolaborasi
Pemasangan tenaga surya di Teras Argopuro diharapkan menjadi langkah awal untuk mengembangkan kawasan sebagai titik edukasi energi dan lingkungan.
Pengembangan selanjutnya dapat dilakukan melalui pelatihan energi terbarukan bagi masyarakat, penelitian dan pengabdian mahasiswa, pengembangan sistem energi surya, edukasi lingkungan bagi pelajar, serta kegiatan pemantauan dan pengelolaan kawasan.
Peluang kolaborasi terbuka bagi perguruan tinggi, pemerintah, sekolah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat untuk mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
“Kami membuka ruang kolaborasi. Kontribusi tidak harus selalu berupa fasilitas. Riset, teknologi, edukasi, pendampingan, maupun kegiatan bersama juga sangat berarti untuk mengembangkan Teras Argopuro,” kata Irham.
Kolaborasi antara Polije, Desa Panti, masyarakat, dan berbagai pihak diharapkan dapat mengembangkan Teras Argopuro sebagai ruang publik yang memadukan teknologi, pendidikan, dan kepedulian lingkungan.
Lebih dari sekadar menghadirkan sumber listrik alternatif, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun pengetahuan masyarakat dan memperkuat kepedulian terhadap kawasan lereng Argopuro sebagai ruang hidup yang memiliki nilai ekologis dan sosial.
Energi terbarukan menjadi pintu masuk. Edukasi menjadi penguat. Kolaborasi menjadi jalan untuk menjaga Argopuro.



