
sumber sembah kemiri, salah satu dari 7 sumber
JEMBER – Di lereng selatan kawasan Gunung Argopuro, tepatnya di Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, terdapat sebuah sumber mata air yang dikenal masyarakat dengan nama “Sumber Sembah Kemiri”. Sumber air tersebut tidak hanya menjadi penyangga kehidupan masyarakat sekitar, tetapi juga menyimpan nilai ekologis dan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.
Sumber mata air itu berada di kawasan yang dinaungi pepohonan besar, termasuk pohon kemiri (Aleurites moluccanus) yang telah tumbuh puluhan hingga ratusan tahun. Air jernih mengalir langsung dari sela akar-akar pohon yang menembus tanah lembap kawasan lereng Argopuro.
Bagi masyarakat setempat, pohon kemiri bukan sekadar penanda nama desa, melainkan simbol kehidupan yang memberi manfaat tanpa pamrih. Hampir seluruh bagian pohon kemiri dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Bijinya digunakan sebagai bahan minyak penerangan dan kebutuhan dapur, daunnya menjadi peneduh, sementara batang dan akarnya membantu menjaga kesuburan tanah serta keseimbangan sumber air.
Nilai itulah yang kemudian melahirkan filosofi “Sembah Kemiri”. Istilah tersebut dimaknai bukan sebagai bentuk pemujaan, melainkan laku pengabdian terhadap kehidupan dan alam melalui tindakan nyata yang memberi manfaat bagi sesama.
Masyarakat Desa Kemiri meyakini bahwa air yang mengalir dari akar pohon kemiri menjadi pengingat tentang pentingnya ketulusan, kesederhanaan, dan keseimbangan hidup dengan alam. Dalam pandangan masyarakat setempat, spiritualitas tidak selalu diwujudkan melalui simbol atau kemegahan, melainkan melalui kesadaran menjaga alam dan memberi manfaat tanpa mengharap pengakuan.
“Kemiri mengajarkan tentang kehidupan yang terus memberi. Ia tumbuh dalam diam, tetapi manfaatnya dirasakan banyak orang,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Selain menjadi sumber kebutuhan air masyarakat, kawasan Sumber Sembah Kemiri juga mulai dikenal sebagai ruang refleksi ekologis dan wisata spiritual berbasis alam. Keberadaan sumber tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari wisata edukasi lingkungan dan pelestarian budaya lokal di kawasan lereng Argopuro.
Masyarakat berharap keberadaan Sumber Sembah Kemiri tetap terjaga sebagai simbol hubungan harmonis antara manusia, alam, dan nilai-nilai kehidupan yang tumbuh dari kearifan lokal Desa Kemiri.
penulis : MBA / Tunjung Institue



